BLORA - Upaya memperkuat iklim investasi yang aman, kondusif, dan ramah bagi dunia usaha terus dilakukan di Kabupaten Blora. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan “Ngopi Bareng Forkopimda Bersama Organisasi Kemasyarakatan (Ormas)” yang digelar di Aula Auditorium Iwan Ibrahim Polres Blora.
Mengusung tema “Ngobrol Pintar dan Inovatif (NGOPI): Blora Ramah Investasi”, forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, DPRD, organisasi kemasyarakatan, dan pelaku pembangunan guna menyamakan persepsi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui investasi.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Blora, termasuk Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dari berbagai wilayah di Kabupaten Blora.
Forum juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Umum APEKNAS Dr. Ir. Fandy Lood yang memaparkan strategi pembangunan kawasan industri yang ramah investasi. Selain itu, Vice President PetroChina, Gusminar, turut memberikan pandangan terkait peluang menarik investasi asing, khususnya dari China, melalui sambungan virtual.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto, menegaskan bahwa investasi merupakan salah satu instrumen penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Blora memiliki potensi besar di sektor pertanian, kehutanan, energi, hingga industri. Karena itu, seluruh elemen daerah harus memiliki komitmen yang sama untuk menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, dan memberikan kepastian hukum bagi para investor,” ujar Siswanto.
Menurutnya, kehadiran investor tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga berpotensi membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat lokal.
“DPRD Blora mendukung setiap investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Namun investasi tersebut harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah sebagai modal utama pembangunan.
