BLORA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Kabupaten Blora juga menjadi momentum untuk mengapresiasi generasi muda yang telah memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang.
Sebanyak lima pemuda-pemudi inspiratif menerima Piagam Penghargaan Inspiratif Muda atas dedikasi, karya, dan pengabdian mereka di bidang kesehatan, peternakan, pertanian, kebudayaan, serta olahraga.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dipimpin langsung oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, di halaman Kantor Bupati Blora, Rabu (28/10/2026).
Kelima penerima penghargaan tersebut yakni Fany Cintya Maharani, A.Md. Keb., sebagai Inspiratif Muda Bidang Kesehatan; Kukuh Eko Prastio di bidang Peternakan; Minan Afif Ma’ruf di bidang Pertanian; Zam Roni, S.Sn., di bidang Kebudayaan; serta Mohamad Ilham di bidang Olahraga Disabilitas.
Fany Cintya Maharani, yang kini berusia 27 tahun, mendapatkan apresiasi atas pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara (ASN) di bidang kesehatan. Sejak 2024, ia bertugas di Puskesmas Pembantu Desa Megeri. Perjalanan panjang dari rumah menuju tempat tugas tidak menyurutkan semangatnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penerimaan masyarakat Desa Megeri yang baik turut menumbuhkan ikatan kekeluargaan antara Fany dan warga setempat. Dedikasi tersebut menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari lingkungan terdekat melalui pelayanan yang tulus dan berkelanjutan.
Di bidang peternakan, Kukuh Eko Prastio, 26 tahun, mendapat penghargaan atas tekadnya mengembangkan usaha peternakan. Ia berhasil mengembangkan usahanya dan menjadi inspiratif muda di dunia peternakan dan memiliki Kulin Farm sejak 2020.
Sementara itu, Minan Afif Ma’ruf, 30 tahun, menerima apresiasi di bidang pertanian. Ia sudah mendirikan Roemah Kelengkeng di Kabupaten Blora sekitar satu setengah tahun lalu. Selain mengembangkan usaha pembibitan tanaman buah, Minan juga menjadi konsultan perkebunan kelengkeng dan berbagai buah-buahan untuk wilayah Jawa maupun luar Jawa.
Pengalamannya turut mengantarkan Minan menjadi narasumber dalam berbagai pelatihan perkebunan. Kiprahnya menjadi inspirasi generasi muda untuk mengembangkan pertanian melalui pengetahuan, inovasi, dan kewirausahaan.
Apresiasi di bidang kebudayaan diberikan kepada Zam Roni, S.Sn., pemuda berusia 22 tahun yang telah menyukai wayang sejak kecil. Sarjana seni tersebut dikenal masyarakat sebagai dalang wayang kulit sekaligus dalang wayang krucil. Tidak hanya mendalami seni pedalangan, Zam Roni juga menekuni kerajinan wayang kulit dan wayang krucil.
Kiprahnya menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni tradisional agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya. Di tengah perkembangan zaman, keterlibatan anak muda dalam seni dan budaya menjadi salah satu modal penting untuk mempertahankan identitas daerah.
Penghargaan kelima diberikan kepada Mohamad Ilham, atlet berusia 17 tahun yang berprestasi di bidang olahraga disabilitas. Ilham berhasil meraih dua medali emas cabang olahraga para atletik pada Pekan Paralimpik Pelajar Daerah tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.
Pencapaiannya menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berlatih, berkembang, dan mengukir prestasi.
Pemberian penghargaan kepada kelima pemuda-pemudi tersebut menjadi salah satu bagian penting dari peringatan Sumpah Pemuda di Kabupaten Blora. Beragam latar belakang dan bidang yang mereka tekuni menunjukkan bahwa kontribusi generasi muda dapat hadir melalui pengabdian, kewirausahaan, pelestarian budaya, hingga prestasi olahraga.
Khidmat
Upacara peringatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blora, Penjabat Sekretaris Daerah Blora, staf ahli bupati, asisten Sekda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pejabat eselon III.
Peserta upacara berasal dari berbagai unsur, mulai dari ASN, TNI-Polri, pelajar dan mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga organisasi kemasyarakatan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan khidmat.
Dalam amanatnya, Bupati Blora membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.
Sambutan tersebut mengingatkan kembali makna ikrar pemuda yang diucapkan 98 tahun silam sebagai janji untuk menyatukan perbedaan dan memperkuat tekad berdiri sebagai satu bangsa, Indonesia.
Sambutan Menpora juga menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan, tetapi juga dari pemhangunan manusia, karakter, serta kepedulian terhadap sesama.
Tiga karakter utama yang ditekankan adalah patriotik, Gigih dan Berempati. Generasi muda Indonesia diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang patriotik, gigih, dan berempati.
“Bermimpilah setinggi langit. Bekerjalah sekeras mungkin. Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati. Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya," pesan Menpora dalam amanat yang dibacakan Bupati Blora
"Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia" demikian salah satu pesan dalam sambutan Menpora yang dibacakan pada upacara tersebut.
Menutup sambutannya, Menpora mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab, masa depan bangsa bukan sekadar sesuatu yang akan ditemui, melainkan sesuatu yang sedang dibangun bersama. ***
