Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Milad Muhammadiyah ke-114 dan Sosialisasi BKKBN di Kunduran

BLORA KUNCARA
0


​Blora — Perayaan Milad Muhammadiyah ke-114 di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, berlangsung sangat meriah. Acara yang dipusatkan di Lapangan Gajah Mada, Kunduran ini diisi dengan kegiatan Jalan Sehat serta Sosialisasi Program BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). 


Dalam acara ini, dihadiri oleh Anggota DPR RI, Edi Wuryanto, Perwakilan mitra BKKBN Pusat (dr. Nurizky Permajati, M.H.) dan Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah (Al Khafid Hidayat, S.Pd.I.), Anggota DPRD Kabupaten Blora (Eko Adi Nugroho), Jajaran Forkopimcam Kunduran (Camat Kunduran Lusiana, S.E., M.M., Danramil 13/Kunduran Kapten Inf. Subeno, Kapolsek Kunduran Iptu Budi Santoso, S.H., M.H.).


​Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan barisan peserta yang tertib mulai dari tingkat PAUD/TK, SD/MI, MTs, SMK, hingga seluruh keluarga besar Muhammadiyah.


Pada acara ini ​rute jalan sehat mengambil titik start dan finish di Lapangan Gajah Mada, di mana para peserta berjalan mengelilingi wilayah Kunduran dengan penuh semangat. 


​Setibanya kembali di lapangan, para peserta dihibur dengan panggung kesenian dan penampilan musik dari biduan lokal yang membawakan berbagai lagu populer, serta suasana interaktif bersama panitia. 


Anggota DPR RI, Edi Wuryanto menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi penting bagi masa depan Indonesia. Menurutnya, kualitas generasi bangsa harus dipersiapkan sejak dini, terutama melalui pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan.


“Indonesia ke depan akan dibangun melalui sumber daya manusia. Dimulai dari gizi 1.000 hari pertama kehidupan yang harus baik, sejak janin dalam kandungan, lahir, hingga anak berusia dua tahun. Otaknya harus cerdas terlebih dahulu,” ujar Edy Wuryanto.


Ia menjelaskan, periode 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemenuhan gizi yang optimal pada fase tersebut sangat menentukan perkembangan otak, kecerdasan, serta kualitas kesehatan anak di masa mendatang.


Karena itu, perhatian terhadap pemenuhan gizi tidak boleh hanya diberikan kepada anak, tetapi juga harus dimulai dari kondisi ibu sejak masa kehamilan, persalinan, hingga menyusui.


“Ibu hamil harus mendapatkan perhatian dan pemenuhan gizi yang cukup. Begitu juga ibu yang melahirkan dan ibu menyusui. Generasi ini harus benar-benar diperhatikan gizinya,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Edy Wuryanto juga menyoroti pentingnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar memperhatikan kebutuhan kelompok yang rentan, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui.


Menurutnya, upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah stunting dan melahirkan generasi yang sehat serta berkualitas.


Edy juga menyampaikan pentingnya gerakan bersama dalam mencegah stunting, salah satunya melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.


Selain itu, ia menyinggung Gerakan Ayah Teladan Indonesia sebagai upaya mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan pembangunan keluarga.


Menurutnya, pembangunan keluarga berkualitas tidak dapat hanya dibebankan kepada ibu. Peran ayah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus berjalan beriringan untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)